>

Thursday, 19 November 2015

Mengenal NFB ( No Fuse Breaker )

 Gambar diatas adalah contoh sebuah NFB
Komponen ini sering kita lihat pada sebuah rangkaian kontrol pada  suatu mesin.Fungsinya adalah sebgai safety atau pengaman bila terjadi hubung singkat atau beban berlebih.
NFB umumnya digunakan untuk safety line tegangan 3 fhase yang umum digunakan pada mesin-mesin yang menggunakan motor 3 fhase.Sama seperti halnya MCCB NFB memiliki arus maksimal yang berfariatif ada yng 5A,10A,16A ada juga yang 1000A biasanya kita lihat di gardu PLN sebagai safety TRAFO penurun tegangan dari 20 kva ke 380V ATAU ada juga yang ke 220V.Jadi untuk pengaplikasiannya kita harus tahu arus maksimal dari rangkaian yang akan kita buat.Misalnya kita akan memasang sebuah NFB untuk safety motor 22 KW 380VAC maka kita harus hitung berapa arus maksimal dari motor tersebut caranya
Arus ( A ) = Daya/Tegangan jadi A =22000/380 = 57,8 jadi kita harus memasang NFB minaimal yang 60A.
Mungkin uraian tentang sebuah NFB cukup sekian terus gali dan bertanya apabila ingin maju.hehehehe
baca juga artikel lainnya di tekhnik listrik industri

Wednesday, 18 November 2015

Rangkaian Star Delta Motor



  Gambar diatas adalah contoh diagram control star ( bintang ) delta  ( segitiga ) disini kami akan sedikit menjelaskan prinsip kerja rangkaian start delta.
   Rangkaian start delta dibuat dengan  tujuan menghindari atau mengurangi lonjakan arus,seperti kita ketahui selain metode star delta kita juga mengenal sistem control motor DOL ( Direct On Line ) yang biasanya dipergunakan pada motor-motor berdaya rendah sedangkan umtuk motor berdaya besar biasanya digunakan metode start delta atau menggunakan inverter.
   Pada prinsipnya kita menginginkan pada saat star motor menggunakan hubungan star selama beberapa detik kemudian setelah itu berpindah ke hubungan delta,karena jika stator kita hubungkan star maka dia akan memperoleh seperakar tiga dari tegangan line sehingga arus star ;ebih kecil dan putaran motorpun pelan.
   Sekarang anda lihat diagram diatas kami menggunakan 3 kontaktor K1,K2,K3 ( digunakan untuk penghubung tegangan sumber ke motor ) kemudian timer ( digunakan untuk set waktu perpindahan dari hubungan star ke delta pada stator motor ) dan juga sebuah thermis untuk safety over load motor kemudian push botom untuk tombol run/off dan juga NFB serta MCB sebagai safety juga.
  Prinsip kerja rangkaian pada saat tombol start ditekan maka K1 aktif melalui kontak poin NOnya juga akan mengaktifkan timer dimana kontak poin NC timer ini akan mengaktifkan mrngsktifkan K3 yang menghubungkan hubungan star stator maka motor akan run dengan hubungan star pada statornya sehingga arus akan kecil, untuk pengamanan kita harus pasang rangkaian interlock pada K2 dan K3 jadi pada saat k2 aktif K3 tidak akan bisa aktif begitu pula sebaliknya.Baru setelah settingan waktu timer sampai maka K2 akan aktif dan K3 off karena kontak poin dari timer sudah berubah yang semula NC sekarang menjadi NO dan sebaliknya,Maka sekarang motor sudah run delta dengan arus normal.Untuk srttingan waktu jangan terlalu lama karena akan menyebabkan motor panas.
    Itulah sedikit ulasan dari kami mengenai sistem kerja rangkaian star delta silahkan isi kolom komentar untuk kita saling berbagi ilmu.
 baca juga artikel-artikel lainnya ditekhnik listrik industri

Tuesday, 17 November 2015

Mengenal Thermistor/Thermal Over Load Motor

Gambar diatas adalah contoh sebuah thermistor over load motor yang sering kita lihat pada rangkaian control motor yang biasanya ditempel pada kontaktor drive motor.
1. Prinsip Kerja Thermistor
    Thermistor bekerja sama dengan halnya NFB dan MCB yaitu sebagai pemutus hubungan bila terjadi beban berlebih sehingga arus mejadi besar atau jika terjadi hubung singkat.Namun thermistor biasanya digunakan untuk safety sebuah motor bila terjadi beban yang melebihi kapasitas arus max motor tersebut.
Makanya dalam satu thermis ada pin khusus untuk 3 phase sebagai penghubung tegangan ke kontaktor,tapi pin ini berfungsi sebagai conector saja karena kontak poinnya dipisah.





Gambar diatas adalah contoh pengaplikasian sebuah thermis dimana kontak poin NC dari thermis disambung seri dengan kontrol sehingga pada saat terjadi lonjakan arus kontak poin tersebut akan memutus tegangan kontrol sehingga motor off.
Itulah sekilas penjelasan kami mengenai sebuah Thermistor Over Load Motor semoga bermanfaat bagi kita khususnya para pemula yang baru terjun ke dunia electrical.
untuk menanbah lagi pengetahuan kita akan komponen-komponen listrik silahkan klik disini
www.tekhniklistrikindustri.blogspot.com

Mengenal Temperature Control

   Gambar diatas adalah salah satu contoh dari Temperature Control digital karena ada juga temperatue control yang menggunakan sistem analog dan kali ini kami akan sedikit memberi penjelasan tentang Temperature Control
1. Cara Kerja Temperature Control
    Dari namanya sudah jelas Temperature Control adalah suatu komponen elektronika yang berfungsi untuk mengatur temperature/suhu.Pada pengaplikasiannya alat tersebut banyak dijumpai pada mesin-mesin yang menggunakan heater/pemanas seperti mesin dryer/pengering.Temperature Control membutuhkan komponen bantu berupa sensor panas misalnya RTD atau PT100
Gambar diatas adalah contoh sebuah sensor panas/suhu yang hrus ada jika anda akan menggunakan subuah temperature control,dimana komponen ini berfungsi sebagai sensor yang akan dikirimkan ke Temperature Control yang kemudian diolah dan ditampilkan suhu aktual pada display temperature control.Didalam sebuah temperature control tersedia relay dengan kontak pointnya yaitu NO dan NC yang nantinya kita akan aplikasikan sesuai perangkat komponen lain pada satu mesin.Prinsip kerjanya simple apabila kita set suhu pada 60 derajat c maka sebelum suhu mencapai 60 relay tidak aktif ( off  ) sehingga kontak pointnya masih stand by dan apabila suhu sudah tercapai maka relay akan aktif ( on ) sehingga kontak pointnya berubah yang asalnya NO menjadi NC dan yang asalnya NC menjadi NO.
2.Cara Setting Temperature Control 
   Untuk yang satu ini kita hanya bisa lakukan dengan membaca dan mempelajari manual booksnya karena setiap merk pasti beda cara pensettingannya.
3.Fungsi Temperature Control
    Pada pengaplikasiannya dilapangan temperature control ini sering di gunakan untuk ngekeep suhu pada suatu mesin misalnya suhu ruangan pada mesin dryer dibutuhkan stabil pada suhu 120 derajat maka dengan menggunakan temperature control suhu ruangan akan dijaga pada suhu 120 karena sirkuit heater dan blowernya dicontrol secara otomatis oleh temperature control pada saat suhu dibawah settingan maka blower dan heater akan on dan ketika suhu sudah tercapai maka mereka off begitu seterusnya sehingga temperature akan tetap stabil pada settingan yang diperlukan.
  Mungkin itulah seulas penjelasan yang bisa kami tulis mengenai Temperature Control semoga bermanfaat.
biar lebih dalam lagi pengetahuan kalian mengenai tekhnik listrik industri baca aja artikel-artikel lainnya di sini


Mengenal Floathles Level

   Gambar diatas adalah contoh fisik sebuah floathles level yang sering kita jumpai pada control auto pompa motor.
1. Prinsip Kerja Floathles Level
    Floathles Level bekerja dengan bantuan electroda-electroda sebagai level air umumnya menggunakan 3 electroda E1=Level 1,E2=Level 2,E3=Level Sama halnya seperti Coil Relay atau kontaktor Floathless juga memiliki kontak poin NO dan NC yang bisa kita gunakan untuk pengontrolan selenoid valve ato kontaktor untuk suply motor.

   Dari gambar diatas bisa kita jelaskan 5 dan 6 adalah pin suply tegangan untuk mengaktifkan floathless tersebut.pin 2= common pin 3 = kontak NO pin 4 = kontak NC ( kontak point ) pin 1= E3 pin 2 = E2 dan pin 7 = E1 ( elektroda ).
  Apabila level air sejajar dengan E1 maka kontak poin stanby NO = NO dan NC = NC begitu pula waktu air sejajar dengan E2 tapi apabila air sudah sejajar dengan E3 maka kontak point akan berubah N0 akan menjadi NC dan NC akan menjadi NO untuk pengetesan sebuah floathless kita tidak perlu menggunakan elektroda tp cukup dengan kabel saja coba test E1 jumper E2 maka kontak poin masih stand by tapi jika E1,E2 dan E3 kita jumper maka kontak akan berubah atau cukup E1 dan E3 saja karena pada prinsipnya E1 adalah low level dan E3 adalah high level.
2. Fungsi Floathless Level
     Fungsinya adalah sebagai komponen elektronika untuk membuat sistem otomatis pengisian air pada suatu tank.

Gambar diatas adalah contoh wiring diagram sistem pengoperasianpengisian air  otomatis menggunakan motor pompa sebagai penyuply air yang di control oleh Floathless Level.Pada saat air dalam tank kosong atau low level maka motor pompa akan aktif dan akan menyuply air ke tank dan apabila air dalam tank sudah penuh atau high level maka motor pompa akan off dan begitu seterusnya.
Itulah sedikit uraian yang bisa kami sampaikan mengenai Floathless level semoga bermanfaat bagi kita semua.
Baca juga artikel lainnya tekhniklistrikindustri.blogspot.com
 

Mengenal Coil Relay

  Pada bahasankali ini kami akan sedikit menjelaskan bagaimana Coil Relay bekerja.
1. Prisip Kerja Coil Relay
    Pada prinsipnya Coil Relay sama dengan kontaktor Mengenal kontaktor/Magnetic contactor 
    dia akan bekerja jika suply tegangan pada coil yang dia minta sudah terpenuhi,suply tegangannya pun
     berfariatif ada yang 220VAC,24VDC,5VDC dll.
    Gambar diatas adalah contoh sebuah coil atau gulungan kawat email pada sebuah inti besi yang jika diberi
    tegangan maka dia akan menciptakan magnet yang akan menarik kontak poin yang ada pada sebuah Coil
    Relay.
2. Perbedaan Coil Relay Dengan Kontaktor/Magnetic Contactor
    Sebenarnya prinsip kerja sebuah Coil Relay dan Kontaktor sama hanya yang membedakan adalah
    fungsinya kalo yang saya sering lihat dicontrol panel mesin-mesin Coil Relay lebih diutamakan untuk
    sakelar atau penghubung dengan arus yang relatif kecil sedangkan Kontaktor digunakan untuk arus
    yang relatif besar misalkan sebagai penghubung tegangan motor 3 pashe.Karena jelas dari bentuk fisik
    kontaktor relatif lebih besar dan mempunyai kontak poin yang besar pula sedangkan Coil Relay
    sebaliknya.
   Gambar diatas adalah contoh sebuah Coil Relay suply tegangan coil yang dibutuhkan sebuah Coil Relay
   biasanya tertulis pada body di gulungan coilnya.jadi lihat dulu spesifikasi tegangan suply jangan sampai
   salah bisa fatal akibanya.hehehehe
   Mungkin itulah yang sedikit uraian penjelasan mengenai Coil Relay semoga bermnfaat bagi kita semua
   khususnya bagi para pemula yang baru terjun kedunia listrik.
   Baca juga  Mengenal Kontaktor/Magnetik Contactor
Mengenal TDR ( Time Delay Relay )
  




Monday, 16 November 2015

Mengenal Kontaktor/Magnetic Contactor

Pada kesempatan kali ini kami akan menjelaskan tentang bagaimana sebuah kontaktor/magnetic contactor bekerja khususnya diperuntukan bagi para pemula yang baru mengenal tekhnik listrik industri.
 1.Pengertian Kontaktor/Magnetic Contactor
contoh gambar sebuah kontaktor

Gambar diatas adalah contoh sebuah kontaktor yang sering digunakan pada mesin-mesin diindustri,fungsinya adalah sebagai penghubung/sakelar yang bekerja apabila coil yang ada didalam sebuah kontaktor mendapatkan tegangan suply yang membuatnya menjadi sebuah magnet yang akan menarik sakelar-sakelar yang ada dikontaktor tersebut.
    Suply tegangan untuk sebuah kontaktor berfariatif tergantung coil yang ada disebuah kontaktor tersebut,untuk itu bagi anda para pemula harus berhati-hati dan coba lihat name plate kontaktor tersebut biasanya akan ditulis dibody dekat coil berapa tegangan suplynya misalnya tertulis 220-240VAC maka coil kontaktor tersebut akan bekerja pada jika coil mendapatkan tegangan 220-240VAC dan biasanya juga ada toleransi 5-10% misalnya dibody ditulis 220-240VAC biasanya masih bisa bekerja kalo diberi tegangan 200VAC ato 250VAC.
2.Fungsi Kontaktor/Magnetic Contactor
    Fungsi sebuah kontaktor adalah sebagai penghubung ato sakelar yang bekerja apabila coil pada kontaktor mendapatkan tegangan suply.Pada contaoh gambar terlihat tulisan pada body

     Dari contoh gambar diatas AI,A2 adalah suply voltage atau coil dalam sebuah kontaktor yang akan berubah menjadi sebuah magnet yang akan menarik sakelar/kontak yang ada pada sebuah kontaktor.
     1,2,3,4,5,6 adalah kontak utama NO ( Normaly Open ) yang biasanya digunakan untuk suply 3 phase untuk sebuah motor.
     13,14 adalah kontak bantu NO ( Normaly Open ) yang bisa kita gunakan untuk keperluan lain misalnya untuk suply lampu indikator yang memberi isyarat kalo motor running.
     21-22 adalah kontak bantu NC ( Normaly Close ) yang bisa kita gunakan untuk keperluan lain misalnya pada rangkaian start delta yang selalu digunakan untuk inter lock antara kontaktor start dan kontaktor deltanya.


4.Penjelasan NO ( Normaly Open ) Dan NC ( Normaly Close )
      a.NO ( Normaly Open )
         Pada saat coil belum mendapatkan tegangan maka kontak NO ini terbuka ( Normaly Open )             
         dan pada saat mendapatkan tegangan kontak akan berubah menjadi NC ( Normaly Close )
      b.NC (Normaly Close )
         Pada saat coil belum mendapatkan tegangan maka kontak NC ini tertutup ( Normaly Close )
         dan pada saat mendapatkan tegangan maka akan berubah menjadi NO ( Normaly Open )
     Itulah sedikit ulasan yang bisa kami berikan mengeni sebuah Kontaktor/Magnetic Contactor baca juga artikel kami
Mengenal TDR ( Time Delay Relay )
Mengenal Coil Relay